You are currently browsing the category archive for the ‘Pengorbanan Cinta’ category.

Salah satu motif seseorang merasa bahwa dirinya tidak sempuran, adalah dengan melihat keadaan yang ada pada dirinya sendiri. Siapa  yang tidak tahu apa pun, tidak mencintai apa pun. Siapa yang tidak melakukan apa pun, tidak memahami apa pun., tidak memiliki arti dalam menjalani kehidupannya di dunia ini.

Sebagai makhluk, manusia membutuhkan berbagai macam relasi. Entah antara dirinya dengan manusia lain, dengan lingkungan, dunia luas, maupun dengan Tuhan yang menciptakannya. Namun, pada mulanya, manusia hadir di bumi dalam kesendirian.

Ia pun sesuatu yang unik, keadaan yang sebenarnya membuat ia terpencil. Untuk itulah ia secara alamiah senantiasa berusaha menciptakan hubungan. Salah satu motifnya, mungkin yang terpenting  dalam berbagai hubungan itu adalah apa yang kita kenal dengan cinta. Semacam kandungan perasaan yang timbul dari kegelisahan akan keterpisahan atau keterpencilan.

Iklan

Apa yg buat anda mesra, belum tentu dianggap mesra oleh mereka, Namun biasanya yg awet banget itu memang yg asalnya sahabatan kemudian ber’evolusi’ menjadi cinta. Soalnya sejak awal mereka sudah tahu positif-negatifnya pasangannya dan sudah sejak awal paham dan menerimanya… jadi gak bakalan ada cekcok lama tentang kebiasaan buruk salah satunya.

Karena sejak awal sudah saling menerima apa adanya itulah akhirnya mereka bisa awet banget. Malahan orang2 seperti ini biasanya gak pernah ada yg ‘nembak’, tapi tahu2 keduanya sudah mendeklarasikan diri sebagai pacarnya (secara kompak pula).

Jadi meskipun mereka tak mendeklarasikan diri sebagai pacar, namun kayaknya udah susah bagi orang lain untuk bisa masuk diantara mereka dan merebut hati salah satu dari mereka, karena hubungan mereka udah kuat banget.

Pengorbanan memang erat kaitannya dengan pengharapan sama halnya jika kita ingin belajar tentang arti cinta. Kita hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang di cintai dan tidak dapat memaksa orang lain mencintai kita bahwa butuh waktu sampai bertahun -tahun  untuk membangun kepercayaan dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya. Kita harus  belajar bahwa orang yang kita kira adalah orang yang jahat, justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup kita serta orang yang begitu perhatian pada kita.

Bahwa persahabatan sejati senantiasa tumbuh walau dipisahkan oleh jarak yang jauh, beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti yang di inginkan, bukan berarti bahwa dia tidak mencintai kita, bahwa sebaik-baiknya pasangan itu, mereka pasti pernah melukai perasaan pasangannya dan untuk itu kita harus memaafkannya, kita harus belajar mengampuni diri sendiri dan orang lain, kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus menerus , tidak masalah seberapa buruknya patah hati itu, dunia tidak pernah berhenti hanya gara-gara kesedihan.

Kita tidak dapat merubah orang yg kita sayangi, tapi semua itu tergantung dari diri mereka sendiri, bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi seseorang, tapi kita harus bertanggung jawab untuk apa yang  telah di lakukan, dua manusia dapat melihat sebuah benda, tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda. Tidaklah penting apa yang kita miliki, tapi yang penting adalah siapa kita ini sebenarnya tidak ada yang instant atau serba cepat di dunia ini, semua butuh proses dan pertumbuhan, kecuali kita ingin sakit hati kita harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap dan emosi itu yang menguasai diri kita  bahwa kata-kata manis tanpa tindakan adalah saat perpisahan dengan orang yang di cintai, bahwa orang-orang yang di  kasihi adalah mereka yang sering segera diambil dari kehidupan kita.