You are currently browsing the tag archive for the ‘Pengorbanan’ tag.

Pengorbanan memang erat kaitannya dengan pengharapan sama halnya jika kita ingin belajar tentang arti cinta. Kita hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang di cintai dan tidak dapat memaksa orang lain mencintai kita bahwa butuh waktu sampai bertahun -tahun  untuk membangun kepercayaan dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya. Kita harus  belajar bahwa orang yang kita kira adalah orang yang jahat, justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup kita serta orang yang begitu perhatian pada kita.

Bahwa persahabatan sejati senantiasa tumbuh walau dipisahkan oleh jarak yang jauh, beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti yang di inginkan, bukan berarti bahwa dia tidak mencintai kita, bahwa sebaik-baiknya pasangan itu, mereka pasti pernah melukai perasaan pasangannya dan untuk itu kita harus memaafkannya, kita harus belajar mengampuni diri sendiri dan orang lain, kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus menerus , tidak masalah seberapa buruknya patah hati itu, dunia tidak pernah berhenti hanya gara-gara kesedihan.

Kita tidak dapat merubah orang yg kita sayangi, tapi semua itu tergantung dari diri mereka sendiri, bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi seseorang, tapi kita harus bertanggung jawab untuk apa yang  telah di lakukan, dua manusia dapat melihat sebuah benda, tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda. Tidaklah penting apa yang kita miliki, tapi yang penting adalah siapa kita ini sebenarnya tidak ada yang instant atau serba cepat di dunia ini, semua butuh proses dan pertumbuhan, kecuali kita ingin sakit hati kita harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap dan emosi itu yang menguasai diri kita  bahwa kata-kata manis tanpa tindakan adalah saat perpisahan dengan orang yang di cintai, bahwa orang-orang yang di  kasihi adalah mereka yang sering segera diambil dari kehidupan kita.

Iklan

Apa pendapat anda kalau kita berbicara masalah cinta..? tentu jawabannya sangat bermacam-macam karena kalau kita berbicara tentang cinta tak akan ada habisnya.Cinta nggak kesampaian bikin kita salah tingkah, tersipu-sipu sendiri, dan kebanyakan melamun.Ada yang percaya dan mengidolakannya, hingga rela berkorban sampai titik penghabisan, meski pengelompokan cinta sejati beraneka rupa kita kadang kala mencoba mengategorikannya dalam bentuk sederhana, yang percaya dan tak percaya.

Yang percaya adalah mereka yang punya sisi romantis. Kelompok ini terdiri dari dua tipe. Pertama, mereka yang mendewakan cinta sampai termehek-mehek. Buat penggila cinta ini, tidak ada istilah pikir panjang. Kekasih memintanya makan tanah pun, mereka hanya menurut. Kedua, mereka yang rasional. Bagi mereka, cinta memang tidak ada duanya.Tapi, kalau malah cari penyakit, tunggu dulu. ”I love you, goodbye,” bisa saja diucapkan tanpa pikir panjang.

Sementara, yang tidak percaya adalah mereka yang pragmatis. ”Hari gini bicara cinta…? udah ngak jaman lagi.Dari poling yang di lakukan, sebagian besar wanita menyatakan bahwa mereka percaya konsep cinta sejati dan yakin bahwa ada pria yang diciptakan khusus untuk mereka.Polling yang sama menemukan bahwa definisi terbesar cinta sejati  adalah pria yang bisa membuat diri wanita menjadi sempurna bila hidup bersamanya.

Cinta baru bisa dikatakan sejati jika tanpa syarat dan teruji oleh waktu. ”Bukan cinta sejati namanya kalau ada uang, abang disayang, nggak ada uang, abang ditendang.Cinta sejati itu mau susah atau senang, kaya atau miskin, bagus atau buruk, loyalitas anda tak akan berubah dengan begitu saja walau apapun yang menghadang,karena cinta yang sejati selalu yakin bahwa semuanya akan selalu sempurna untuk selamanya.